Komunikasi Keluarga Remaja Perempuan dan Ibu Mengenai Perilaku Seksual / Jesslyn / 68160004 / Pembimbing: Dyah Nurul Maliki

Jesslyn, Jesslyn (2021) Komunikasi Keluarga Remaja Perempuan dan Ibu Mengenai Perilaku Seksual / Jesslyn / 68160004 / Pembimbing: Dyah Nurul Maliki. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta.

[img] Text (Halaman Judul)
Awal.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
bab 1.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 2 Kajian Pustaka)
bab 2.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 3 Kajian Pustaka)
bab 3.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 4 Hasil Analisis dan Pembahasan)
bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (Bab 5 Kesimpulan dan Saran)
bab 5.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Pernyataan Originalitas)
Original.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (434kB)
[img] Text (Resume)
Resume.pdf - Published Version

Download (527kB)

Abstract

Komunikasi keluarga mencerminkan bagaimana orang tua berkomunikasi dengan anak, terutama mengenai komunikasi seksual. Komunikasi ini perlu diperhatikan karena remaja menghadapi tantangan khusus, seperti HIV/AIDS dan komplikasi selama kehamilan yang merupakan dua hal di antara lima penyebab utama kematian pada remaja menurut WHO. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting untuk melakukan komunikasi seksual dengan remaja perempuan mereka dan sebaliknya. Kurangnya komunikasi seksual antara orang tua dan remaja perempuan dapat menyebabkan remaja perempuan beralih ke sumber informasi yang meragukan, seperti teman sebaya, internet, dan media sosial. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Family Communication Patterns Theory (FCPT) oleh Koerner dan Fitzpatrick (2016). Teori ini membagi pola komunikasi keluarga menjadi dua yaitu orientasi percakapan dan orientasi konformitas. Pola komunikasi ini membedakan cara keluarga berkomunikasi. Penelitian ini juga menggunakan konsep perilaku seksual dari The Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada yang terdiri dari tujuh jenis perilaku seksual, yaitu sentuhan, ciuman, masturbasi, hubungan seksual, seks oral, seks anal, dan cybersex. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara orang tua yang besar paparannya terhadap budaya barat dan orang tua yang besar paparannya terhadap budaya timur. Orang tua yang terpapar dengan budaya barat sangat terbuka terhadap pembicaraan mengenai perilaku seksual, sedangkan orang tua yang besar paparannya terhadap budaya timur cenderung melihat komunikasi seksual sebagai hal yang tabu untuk dilaksanakan. Dari penelitian ini dapat terlihat bahwa remaja perempuan dalam keluarga berorientasi percakapan memiliki kesadaran terhadap kesehatan dan reproduksi seksual yang lebih baik dibandingkan dengan remaja perempuan dalam keluarga berorientasi konformitas. Dalam hal ini, remaja perempuan sadar akan pentingnya penggunaan kondom sebagai langkah pencegahan infeksi menular seksual dan kehamilan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disebutkan, peneliti menyarankan penelitian selanjutnya dapat melibatkan remaja laki-laki dan ayah sebagai bagian dari penelitian komunikasi seksual dalam keluarga. Selain itu, saran yang dapat peneliti berikan adalah orang tua sebaiknya dapat lebih terbuka dalam mendiskusikan perilaku seksual dengan anak agar mereka dapat memahami resiko dari perilaku tersebut.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Interpersonal; Komunikasi Keluarga; Interaksi Sosial; Perilaku Seksual Remaja
Subjects: H Social Sciences > HE Communications Science > Cultural Studies
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
H Social Sciences > HE Communications Science > Interpersonal Relation
H Social Sciences > HE Communications Science > Social Interaction
Depositing User: bambang bonk jatmiko
Date Deposited: 14 Jun 2021 07:58
Last Modified: 14 Jun 2021 07:58
URI: http://eprints.kwikkiangie.ac.id/id/eprint/1855

Actions (login required)

View Item View Item