Pengaruh Proporsi Komisaris Independen, Jumlah Rapat Dewan Komisaris dan Ukuran Komite Audit Terhadap Corporate Social Responsibility Disclousure Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2012 / Teuku Ario Maulana / 36090321 / Pembimbing : Bambang Sugiarto

Maulana, Teuku Ario (2013) Pengaruh Proporsi Komisaris Independen, Jumlah Rapat Dewan Komisaris dan Ukuran Komite Audit Terhadap Corporate Social Responsibility Disclousure Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2012 / Teuku Ario Maulana / 36090321 / Pembimbing : Bambang Sugiarto. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta.

[img] Text
HALAMAN JUDUL.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
Bab I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BAB II KAJIAN PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BAB III METODE PENELITIAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN (CLOSED).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (520kB)
[img] Text
BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (863kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
PERNYATAAN ORIGINALITAS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Apakah proporsi Komisaris Independen, jumlah rapat Dewan Komisaris dan ukuran Komite Audit berpengaruh terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility Disclousure. Teori yang mendasari penelitian ini adala teori legitimasi, teori stakeholder, dan teori agensi. Teori sinyal membahas mengenai interaksi antara perusahaan dan masyarakat. Teori stakeholder membahas tentang tanggung jawab perusahaan yang bergesar tidak hanya sekedar bertanggung jawab terhadap para pemilik (Shareholder) sebagaimana terjadi selama ini, namun bergeser menjadi lebih luas yaitu pada ranah social kemasyarakatan (stakeholder). Sedangkan teori agensi mengimplikasikan adanya asimetri informasi antara agen dan prinsipal, sehingga manajer dapat memberikan sinyal kepada investor melalui pengungkapan. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2012. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Judgement / Purposive sampling. Total sampel sebanyak 11 perusahaan dengan tiga tahun pengamatan. Jadi total sampel penelitian ada 33. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang dipublikasikan melalui situs www.idx.co.id. dan PROPER. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu adalah analisi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, kemudian dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda dengan menggunakan software SPSS 20.0. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa: (1) Variabel proporsi komisaris indepependen tidak cukup bukti berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure. (2) Variabel jumlah rapat dewan komisaris cukup bukti berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure. (3) Variabel ukuran komite audit tidak cukup bukti berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Proporsi Komisaris Independen; Jumlah Rapat Dewan Komisaris; Ukuran Komite Audit; Corporate Social Responsibility; Teori Signaling; Teori Agensi; Teori Stakeholder; Perusahaan; Bursa Efek Indonesia; Periode 2010-2012
Subjects: H Social Sciences > HH Accounting (General) > Auditing
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Managerial Accounting
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Proffesional Accounting
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Performance Audit
Depositing User: mahmud moed mahmud
Date Deposited: 17 Mar 2023 03:55
Last Modified: 17 Mar 2023 03:55
URI: http://eprints.kwikkiangie.ac.id/id/eprint/3902

Actions (login required)

View Item View Item