Pendeteksian Kemungkinan Terjadinya Fraudulent Financial Statement menggunakan Fraud Hexagon (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI periode 2017-2020) / Margaretha / 33180120 / Pembimbing : Sugi Suhartono

Margaretha, Margaretha (2022) Pendeteksian Kemungkinan Terjadinya Fraudulent Financial Statement menggunakan Fraud Hexagon (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI periode 2017-2020) / Margaretha / 33180120 / Pembimbing : Sugi Suhartono. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta.

[img] Text
HALAMAN JUDUL.pdf - Published Version

Download (612kB)
[img] Text
Bab I PENDAHULUAN.pdf

Download (538kB)
[img] Text
BAB II KAJIAN PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (991kB)
[img] Text
BAB III METODE PENELITIAN.pdf - Published Version

Download (595kB)
[img] Text
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN (CLOSED).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (561kB)
[img] Text
BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (344kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (491kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
PERNYATAAN ORIGINALITAS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (627kB)
[img] Text
RESUME.pdf - Published Version

Download (860kB)

Abstract

Investor dalam membuat keputusan investasi menilai kinerja dari perusahaan melalui laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Namun pada realitanya, masih banyak perusahaan ingin menutupi kondisi yang sebenarnya yang kurang baik dengan melakukan manipulasi laporan keuangan yang menyebabkan informasi laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan merugikan para pengguna laporan keuangan yang pihak terkait. Harus ada upaya preventif untuk menanggulangi permasalahan fraud dengan menggunakan metode pendeteksian fraud. Resiko kecurangan selalu berkembang sehingga sulit untuk dideteksi dan dibuktikan secara hukum. Maka dari itu dibuatnya model baru untuk mendeteksi fraud yaitu S.C.C.O.R.E atau biasa disebut dengan fraud hexagon. Teori dasar yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori agensi dan fraud hexagon. Teori agensi merupakan kontrak dibawah satu atau lebih principal dengan agent dimana biasanya ada permasalahan keagenan timbul dari hasil kontrak antara kedua pihak yang berlawanan dengan kepentingan principal. Teori fraud hexagon menjelaskan bahwa terjadinya kecurangan terdiri dari enam faktor yaitu, Stimulus, Capability, Collusion, Opportunity, Rationalization dan Ego. Penelitian ini terdiri dari 42 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2017-2020 sebagai sampel dimana pengambilan sampel dilakukan memakai metode purposive sampling. Hipotesis diuji menggunakan analisis statistik deskriptif, uji kesamaan koefisien, uji asumsi klasik, dan uji persamaan regresi berganda. Hasil dari pengujian menyatakan bahwa data yang diperoleh dapat di pooling. Selain itu, data yang telah diperoleh lolos dari pengujian asumsi klasik. Berdasarkan hasil dari analisis regresi berganda menunjukan bahwa variabel financial stability (ACHANGE) memiliki nilai signifikansi 0,128 dengan koefisien sebesar 0,116. Variabel change in director (DCHANGE) memiliki nilai signifikansi 0,029 dengan koefisien sebesar 0,080. Variabel state-owned enterprises (COLLUSION) memiliki nilai signifikansi 0,368 dengan koefisien sebesar -0,033. Variabel nature of industry (NOI) memiliki nilai signifikansi 0,000 dengan koefisien sebesar -0,078. Variabel change in auditor (AUDCHANGE) memiliki nilai signifikansi 0,819 dengan koefisien sebesar -0,009. Variabel jumlah foto CEO pada laporan tahunan perusahaan (FREQCEO) memiliki nilai signifikansi 0,525 dengan koefisien sebesar 0,004. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa change in director berpengaruh positif terhadap kemungkinan terjadinya fraudulent financial statement. Sedangkan nature of industry berpengaruh negatif terhadap kemungkinan terjadinya fraudulent financial statement. Namun financial stability, state-owned enterprises, change in auditor, jumlah foto CEO pada laporan tahunan perusahaan tidak terbukti berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya fraudulent financial statement.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Fraud Hexagon; F-Score; Kecurangan Laporan Keuangan; Manipulasi Laporan Keuangan; Risiko Kecurangan Laporan; Kinerja Perusahaan; Deteksi Fraud; Perusahaan Perbankan; Bursa Efek Indonesia; periode 2017-2020
Subjects: H Social Sciences > HH Accounting (General) > Auditing
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Financial Accounting
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Managerial Accounting
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Proffesional Accounting
Depositing User: mahmud moed mahmud
Date Deposited: 31 Jan 2023 04:12
Last Modified: 31 Jan 2023 04:12
URI: http://eprints.kwikkiangie.ac.id/id/eprint/4020

Actions (login required)

View Item View Item