Analisis Fraud Hexagon Terhadap Pendeteksian Fraudulent Financial Reporting (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2020-2022) / Endrico Susanto / 31199145 / Pembimbing: Yustina Triyani

Endrico Susanto, Endrico Susanto (2024) Analisis Fraud Hexagon Terhadap Pendeteksian Fraudulent Financial Reporting (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2020-2022) / Endrico Susanto / 31199145 / Pembimbing: Yustina Triyani. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta.

[img] Text
HALAMAN JUDUL.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BaB I - PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (950kB)
[img] Text
BAB II - KAJIAN PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BAB III - METODE PENELITIAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV - HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V - KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (880kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (909kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text
ORIGINALITAS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (623kB)
[img] Text
RESUME.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
PERSETUJUAN RESUME.pdf - Published Version

Download (625kB)

Abstract

Laporan keuangan sebagai hasil output yang sangat penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Namun, dalam prakteknya masih ditemukan adanya perusahaan yang memberikan laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kinerja perusahaan yang sebenarnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fraud dengan pendekatan fraud hexagon.Penelitian ini menggunakan teori keagenan (agency theory) dan teori pemangku kepentingan (stakeholder theory). Teori keagenan menjelaskan bahwa hubungan agensi terjadi karena terdapat satu orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agent) dan kemudian menyerahkan kekuasaan untuk mengambil keputusan kepada agent. Teori pemangku kepentingan menjelaskan peran pemegang kepentingan dalam keberhasilan suatu perusahaansehingga perusahaan akan selalu berusaha dalam menjaga hubungan dengan pemegang kepentingan. Penelitian ini membahas pendeteksian kecurangan laporan keuangan menggunakan pendekatan fraud hexagon. Fraud hexagon menggunakan 6 kompenen yaitu stimulus (financial target), capability (change in director), collusion (political connection), opportunity (ineffective monitoring), rationalization (total accrual ratio), ego (CEO duality). Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini non problability sampling dengan menggunakan purposive sampling dan telah diperoleh 52 perusahaan sampel. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini, pengujian yang dilakukan adalah uji pooling, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, uji heteroskedastistas), analisis regresi linear berganda. Hasil uji pooling dan uji asumsi klasik dinyatakan lolos. Hasil uji F menunjukkan bahwa model layak untuk diuji dengan Sig 0.035. Uji t dan koefisien dalam penelitian ini menunjukkan : financial target dengan Sig. 0.036 dan koefisien -4.552, change in director dengan Sig. 0.249dan koefisien -0.605, political connection dengan Sig. 0.635 dan koefisien -0.239, ineffective monitoring dengan Sig. 0.352 dan koefisien 2.198, total accrual ratio dengan Sig. sebesar 0.002 dan koefisien 5.989, CEO duality dengan Sig. 0.222 dan koefisien -0.509. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat cukup bukti bahwa variabel rationalization (total accrual ratio) berpengaruh positif terhadap fraudulent financial reporting, namun tidak terdapat cukup bukti bahwa variabel stimulus (financial target), capability (change in director), opportunity (Ineffective monitoring), collusion (political connection) dan ego (CEO duality) berpengaruh positif terhadap fraudulent financial reporting. Kata Kunci : Fraud, Fraudulent Financial Reporting, Fraud Hexagon.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Fraud, Fraudulent Financial Reporting, Fraud Hexagon.
Subjects: H Social Sciences > HH Accounting (General) > Accounting - Information Systems
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Auditing
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Cost Accounting
H Social Sciences > HH Accounting (General)
H Social Sciences > HH Accounting (General) > Proffesional Accounting
Depositing User: Rijal Zaenal Abidin
Date Deposited: 02 Apr 2026 06:36
Last Modified: 02 Apr 2026 06:36
URI: http://eprints.kwikkiangie.ac.id/id/eprint/5738

Actions (login required)

View Item View Item