Leonard Winata, Leonard Winata (2025) Studi Perbandingan Pengembangan Game Dengan Gdscript Dan Godot Dan C# Dengan Unity / Leonard Winata / 55210085 / Pembimbing: Joko Susilo. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta. (Unpublished)
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BaB 1 - PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BaB 2 -TINJAUAN PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BaB 3 - METODE PENELITIAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BaB 4 - ANALISIS DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
BaB 5 - SIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (877kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
PERNYATAAN ORIGINALITAS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (749kB) |
|
|
Text
RESUME.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
PERSETUJUAN RESUME.pdf - Published Version Download (589kB) |
Abstract
Industri pengembangan game pada saat ini sedang berkembang dengan sangat pesat, tetapi masih cukup banyak orang yang memiliki kesalahpahaman tentang prosesnya. Masih banyak yang menganggap bahwa hanya programmer yang dapat membuat game. Namun pengembangan game melibatkan berbagai peran yang bukan merupakan programmer seperti desainer dan seniman dalam mencapaikan tujuan untuk membuat game dengan pengalaman yang interaktif dan menarik bagi pemain. Dalam proses pembuatan game, game enginemerupakan salah satu alat penting yang dapat mempermudah dalam pembuatan game dengan menyediakan kerangka kerja dan fungsi-fungsi yang dimiliki. Dengan menggunakan game engine, pengembang game dapat lebih fokus dan lebih efisien dalam pengembangan game. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada pengembang game mengenai performa game engine yang dibandingkan. Teori yang digunakan pada penelitian seperti menurut A. Jungherr et al (2022) & M. Toftedahl et al (2019) game engine yang menyediakan kerangka kerja untuk membuat game dalam penelitian. Dalam perbandingan ini, game yang akan dibuat adalah replika Flappy Bird untuk kesederhanaannya, dengan game engine Godot dari M. Ranaweera (2024), dan game engine Unity dari F. Hussain et al (2020). Metode pada penelitian ini adalah untuk mengevaluasikan masing-masing game engine berdasarkan performa, kemudahan dalam penggunaan dan efisiensi dalam sumber daya. Penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan studi literatur untuk mendapatkan informasi terhadap pengetahuan orang terhadap pengembangan game dengan Unity dan Godot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua engine mampu mencapai 60 FPS dengan stabil dalam dalam analisis time complexity. Pada analisis space complexity, Godot dengan GDScript terlihat lebih efisien dengan penggunaan memori 125 mb dan penggunaan CPU3% dibandingkan Unity dengan C# yang memiliki penggunaan memori 160 mb dan penggunaan CPU 40%. Dari segi code complexity, Godot dengan GDScript memiliki lebih sedikit jumlah baris kode atau Lines of Code (LOC) dengan total 157 sedangkan Unitydengan C# memiliki total LOC sebanyak 169. Dalam penulisan kode, Unity dengan C# dapat menggunakan komponen dari fitur bawaan game engine Unity yang dimiliki seperti Rigidbody2D yang mempermudah dan mempercepat dalam pembuatan mekanika seperti gravitasi. Tetapi komponen tersebut perlu diinisialisasikan di dalam kodenya yang dapat menambahkan jumlah LOC. Sedangkan Godot dengan GDScript tidak memiliki fitur bawaan seperti Unity dan harus membuat mekanika seperti gravitasi dari awal tetapi karena itu, GDScript tidak memerlukan inisialisasi komponen dari game engine Godot dan karena itu jumlah LOC yang dimiliki lebih sedikit dibandingkan dengan C#. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kedua gameengine dapat menjalankan game dengan stabil dengan FPS 60. Unity tidak memerlukan implementasi gravitasi melalui kode sementara GDScript memerlukannya. Dalam perbandingan kompleksitas, Godot lebih efisien dalam penggunaan memori dan CPU dan juga memerlukan lebih sedikit LOC dibandingkan dengan Unity. Kata kunci: Game Development, Game Engine, GDScript, Godot, Unity
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Game Development, Game Engine, GDScript, Godot, Unity |
| Subjects: | W Computer Science > Information Security Management W Computer Science > Computer Programming and Programs W Computer Science > Computer - Business W Computer Science > Computer Networking W Computer Science > Database Management W Computer Science > Database Security |
| Depositing User: | Rijal Zaenal Abidin |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 06:50 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 06:50 |
| URI: | http://eprints.kwikkiangie.ac.id/id/eprint/5802 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
