Sungkarputra, Vincent (2021) Representasi Kesenjangan Sosial Dalam Film “Joker” Karya Todd Phillips / Vincent Sungkarputra / 66160169 / Pembimbing: Altobeli Lobodally. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta.
Text (Halaman Judul)
Awal.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
bab 1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
Text (Bab 2 Kajian Pustaka)
bab 2.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
Text (Bab 3 Metode Penelitian)
bab 3.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
Text (Bab 4 Hasil Analisis dan Pembahasan)
bab 4.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text (Bab 5 Kesimpulan dan Saran)
bab 5.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
Text (Pernyataan Originalitas)
Original.pdf - Published Version Download (707kB) |
|
Text (Resume)
Resume.pdf - Published Version Download (723kB) |
Abstract
Kesenjangan sosial merupakan suatu kondisi dimana terdapat ketidaksetaraan dalam kehidupan bermasyarakat dalam berbagai aspek. Kondisi yang dapat dianalogikan sebagai jurang pemisah tersebut ternyata dituangkan menjadi sebuah karya seni oleh perusahaan pembuat film yang kemudian merilis film Joker pada tahun 2019. Melalui penelitian ini, peneliti berusaha mengungkap representasi kesenjangan sosial yang ada dalam film Joker. Penelitian ini secara khusus menggunakan teori budaya populer serta konsep dari film sebagai komunikasi massa, representasi, kesenjangan sosial, semiotika, dan ideologi untuk mencapai tujuan dari penelitian ini. Melalui paradigma kritis, peneliti berusaha mengungkap ideologi di balik isu kesenjangan sosial yang ditampakkan dalam film Joker dengan metode analisa Semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan sosial telah tertanam dalam benak masyarakat dan menjadi mitos. Adapun mitos kesenjangan sosial dalam film Joker mengalami pemantapan dan pergeseran, dimana pemantapan terjadi ketika kesenjangan sosial tampak membentuk budaya kemiskinan struktural, lingkungan yang kumuh, kaum marjinal yang tidak mendapatkan pendidikan dan tertindas. Peneliti juga menemukan pergeseran mitos kesenjangan sosial yang ditampakkan tindakan kriminal yang tertanam di usia remaja dan masyarakat yang apatis, kurangnya gizi, fasilitas umum yang buruk dan juga sistem yang merugikan masyarakat. Hasil temuan peneliti juga mengungkapkan bahwa isu kesenjangan sosial dalam film “Joker” hanya menjadi sebuah realitas yang ditampilkan sebagai industri dan komersil oleh para pembuat film.
Item Type: | Other |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kesenjangan Sosial |
Subjects: | H Social Sciences > HE Communications Science > Cultural Studies H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HE Communications Science > Multimedia Production H Social Sciences > HE Communications Science > Verbal Communication |
Depositing User: | bambang bonk jatmiko |
Date Deposited: | 24 Jun 2021 06:15 |
Last Modified: | 24 Jun 2021 06:15 |
URI: | http://eprints.kwikkiangie.ac.id/id/eprint/1994 |
Actions (login required)
View Item |