Pringgo, Brilliant Resi (2025) Pengaruh Pemasaran Konten Instagram @popmartid dan Electronic Word of Mouth (E-WOM) Terhadap Niat Beli Pelanggan Pada Produk Mainan Pop Mart Labubu the Monster / Brilliant Resi Pringgo / 20210135 / Pembimbing: Rita Eka Setianingsih. INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA KWIK KIAN GIE, JAKARTA.
|
Text
HALAMAN JUDUL.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BaB I - PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (567kB) |
|
|
Text
BAB II - KAJIAN PUSTAKA.pdf - Published Version Download (440kB) |
|
|
Text
BAB III - METODE PENELITIAN.pdf - Published Version Download (572kB) |
|
|
Text
BAB IV - HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (951kB) |
|
|
Text
BAB V - KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version Download (351kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (750kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
ORIGINALITAS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
RESUME.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (538kB) |
|
|
Text
PERSETUJUAN RESUME.pdf Download (1MB) |
Abstract
Seiring dengan perkembangan era digital, pemasaran konten dan electronic word of mouth (E-WOM) semakin berperan dalam membentuk keputusan pembelian konsumen. Pop Mart, sebagai perusahaan mainan koleksi asal Tiongkok, telah berhasil mengembangkan strategi pemasaran digital yang menarik untuk karakter Labubu The Monster. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pemasaran konten dan electronic word of mouth (E-WOM) mempengaruhi niat beli pelanggan, terutama dalam konteks pasar Indonesia. Pemasaran konten adalah pendekatan pemasaran yang mencakup penciptaan, pemilihan, pembagian, dan pengembangan konten yang menarik, relevan, dan berguna bagi audiens tertentu untuk membangun interaksi yang bermakna. Sementara itu, electronic word of mouth (E-WOM) sebagai segala bentuk pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh pelanggan potensial, aktual, atau mantan tentang suatu produk atau perusahaan, yang disebarkan kepada banyak orang dan institusi melalui internet. Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa electronic word of mouth (E-WOM) dan pemasaran konten berkontribusi besar terhadap niat beli, terutama dalam industri mainan dan koleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 160 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @popmartid dan pernah melihat konten Labubu The Monster dan diolah menggunakan software SPSS 26. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26 untuk mengukur pengaruh pemasaran konten (X₁) dan electronic word of mouth (E-WOM) (X₂) terhadap niat beli pelanggan (Y). Uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik juga dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran konten memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli dengan nilai koefisien regresi sebesar β₁ = 0,174 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Sementara itu, electronic word of mouth(E-WOM) juga berpengaruh signifikan terhadap niat beli dengan nilai β₂ = 0,124 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai R² sebesar 0,678 menunjukkan bahwa variabel pemasaran konten dan electronic word of mouth (E-WOM) secara bersama-sama menjelaskan 67,8% variabilitas niat beli pelanggan. Kesimpulannya, pemasaran konten dan electronic word of mouth (E-WOM) memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan niat beli pelanggan Pop Mart Labubu The Monster. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus mengembangkan strategi pemasaran konten yang lebih kreatif dan inovatif, serta memperkuat interaksi pelanggan melalui electronic word of mouth (E-WOM) guna meningkatkan loyalitas dan memperluas pangsa pasar. Kata kunci: Pemasaran Konten, Electronic Word of Mouth (E-WOM), dan Niat Beli
Actions (login required)
![]() |
View Item |
